Menjadi Seksi dengan Buku

image

Sexy itu smart, perempuan yang pintar atau berotak cemerlang. Perempuan seksi itu terpancar dari auranya. Bisa juga dibilang inner beauty. Kurang lebih begitulah kata guru les Bahasa Inggris saat itu menjelaskan pemahaman kata sexy di luar negeri. Sayangnya di Indonesia, seksi lebih merupakan istilah untuk perempuan montok maupun perempuan berbadan langsing dengan lekuk tubuh kentara.

“Be a smart and sexy with Stiletto Book”. Stiletto Book mengajak pembacanya khususnya kaum hawa bahwa cantik itu bukan sekedar wajah atau riasan diluarnya. Bentuk fisik itu anugerah yang harus disyukuri. Lalu isi otaknya, terserah kita mau dibawa kemana. Saya pilih seksi di antaranya bersama buku-buku terbitan penerbit buku perempuan Stiletto Book.

Laki-laki suka memiliki pendamping yang membuatnya nyaman. Salah satunya “nyambung” diajak ngobrol apa saja. Semakin banyak yang kita baca, kita bisa jadi teman debat yang asyik buat suami. Begitu pula menjadi smart mom, kalau kata saya itu keharusan buat wanita. Sebab, dialah teladan pertama buat anak-anaknya.

Beberapa ibu mungkin sebal ketika sang anak mulai belajar mengeksplor dunia. Ia bertanya tak karuan tentang apa saja. Terbayang kalau sebagai ibu tidak mampu menjawab, parahnya jika malah membentak sang anak supaya diam, mengatakan anaknya cerewet, dunianya langsung tertutup. Berbeda, jika kita bisa menjawabnya dengan tegas. Anak kita sebagai generasi bangsa Indonesia ini tumbuh jadi anak pintar dan percaya diri. Untuk itulah, wanita perlu rajin membaca, koran, fiksi maupun non fiksi, bahkan bungkus gorengan sekalipun. Sebab, ilmu itu dimana-mana.

Buku adalah jendela dunia. Secara pribadi buku adalah tempat belajar secara otodidak. Kehadiran Stiletto Book mendampingi mimpi-mimpi saya. Buku “Winter to Summer (republish: distance)” karya Icha Ayu adalah buku terbitan Stiletto pertama yang saya punya. Alasannya, saya pingin ke Swiss. Buku tersebut selalu menghidupkan mimpi saya.

“Handbook for newmom” karya Nana Aditya seolah ia menggantikan mulut ibu saya, tempat saya bertanya. Mempunyai anak pertama yang memilih mengasuh buah hati sendiri, dan terpaksa harus jauh dari ibu. Buku ini menjawab ketidaktahuan saya, problem solver bagi pertanyaan ini itu seputar bayi.

Buku-buku womenpreneur seperti “Sukses Membangun Toko Online” karya Carolina Ratri, “Sukses Bekerja dari Rumah” karya Brilyantini, “Womenpreneur Checklist” karya Dian Akbas, membantu saya sebagai ibu rumah tangga yang ingin punya pendapatan meski berada di rumah. Mengajari step by step membangun ketrampilan atau hobi menjadi modal usaha dari rumah.

Itu hanya contoh, masih banyak buku yang lain dengan ilmunya masing-masing. Jadi menurut saya, ya, supaya jadi gemar baca, pertama-tama beli buku dan sesuaikan dengan kebutuhan. Otomatis, kita pasti akan membacanya karena kita butuh pengetahuannya, butuh pengalaman orang lain untuk belajar. Lama-kelamaan pasti kita jadi tertarik untuk membaca buku lainnya. Buku seolah candu, ketika sudah menikmatinya, kita akan selalu haus akan buku-buku baru. Seperti slogan ulang tahun Stiletto yang kelima, Book addict is a new sexy.

image

Mimpi saya, punya rumah baca karenanya saya termasuk rajin ikutan giveaway. Hitung-hitung buat modal menambah koleksi. Sekarang masih rencana, mengiringi rencana punya rumah sendiri tahun ini (*amiiin…). Koleksi buku-buku pun masih tercecer. Ada yang di Klaten, yang di Bandung pun sebagian terpaksa dimasukin kardus karena alasan tempat. Maaf ya buku…

Harapan memiliki rumah baca supaya bisa menjembatani kaum pelajar maupun mahasiswa yang biasanya berkantong cekak. Pengalaman saya dulu saat masih sekolah dan kuliah kerap mampir ke taman bacaan untuk menyewa novel maupun buku-buku populer yang tidak difasilitasi di perpustakaan sekolah. Jadi, sewaktu sudah bekerja setiap gajian pasti membeli buku. Balas dendam ceritanya. Alhasil, setiap pindah kost bingung dengan buku yang membludak.

Stiletto Book sendiri sudah meluncurkan charity program kado buku stiletto. Program bagi-bagi buku gratis ke taman bacaan, kedai kopi maupun komunitas yang tidak mengambil keuntungan. Akan lebih baik jika kado buku dari Stiletto dilakukan rutin misalnya enam bulan sekali atau tiga bulan sekali bukan hanya sekali program. Karya-karya penulis penerbit buku perempuan ini pastinya sangat bermanfaat karena menambah koleksi. Sehingga program ini saya rasa bisa membantu Indonesia meningkatkan minat baca masyarakat yang menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO, Indonesia berada di urutan 69 dari 127 negara (sumber: Indonesia Menyala). Miris.

Beberapa pemerintah kabupaten atau kota pun sudah berbenah, dari perpustakaan keliling sebagai upaya jemput bola, renovasi perpustakaan supaya lebih menarik pengunjungnya. Sayangnya, terkadang tidak konsisten. Hanya wow di depan lalu terbengkalai saat berganti pejabatnya. Butuh sebuah kesadaran bahwa membaca itu penting.

Tak hanya perpustakaan daerah, yang lebih vital adalah perpustakaan sekolah. Sebab, sekolah merupakan pendidikan formal di negeri ini. Dari jumlah total sekolah dasar (SD) di Indonesia yang mencapai 148 ribu lebih, SD yang memiliki perpustakaan baru 50 ribu (30 persen). Sementara itu, SMP 13 ribu perpustakaan (36 persen), dan SMA 9.000 perpustakaan (54 persen) (sumber: Tempo.co). Karenanya, Indonesia yang ingin mencetak generasi emas di kemerdekaan 100 tahun pada 2045 mendatang, sudah seharusnya memfasilitasi perpustakaan yang berstandar dan memadai di setiap sekolah.

Rumah atau taman baca pun sudah bukan hal yang asing. Cuma, terkadang masih terkendala biaya operasional. Terkadang bukunya ala kadarnya berupa sumbangan, untuk menambah koleksi baru harus menunggu donatur maupun CSR. Koleksi yang ala kadarnya itu kadang membuat pengunjung lama-lama bosan. Di sisi lain, jika menarik uang yang mana di lingkungan rumah baca kondisi masyarakatnya tidak memungkinkan jadi dilema sendiri. Karenanya, butuh mental dan niat yang mantap untuk mereka yang terjun di sini. Mereka harus didukung, dibantu, bukan malah dipicingi sebelah mata.

Selain lokasi-lokasi membaca, ada juga klub para pembaca buku. Jika di lokasi membaca kita bisa meminjam buku, di klub atau komunitas kita bisa mendiskusikan segala hal terkait buku. Kita juga bisa update buku-buku terbaru, maupun mendapatkan rekomendasi buku-buku. Sekarang sudah banyak klub buku. Jangan ragu bergabung dengan klub buku yang ada di kota kamu. Kalau takut tidak ada waktu berkumpul, klub ini biasa membentuk group di what’s app. Jadi sharing ide bisa dilakukan kapan saja dan darimana saja. Belum lama ini saya juga memutuskan bergabung dengan Klub Buku Yogyakarta. Benar saja saya langsung merasa kecil. Maksudnya, masih banyak buku yang tidak saya ketahui. Banyak nama-nama pengarang terkenal yang belum familiar di telinga saya. Sangat bermanfaat banget bergabung di klub buku. Manfaat lainnya, kita bisa menambah teman silaturahmi. Asyik kan?

Membaca itu kembali ke masing-masing. Sebagai ibu, saya mencoba mengenalkan dunia baca kepada anak saya sejak dini. Kira-kira umur enam bulan, ia sudah bisa membolak-balik halaman buku. Sekarang, Namiya sudah 16 bulan. Ia sudah bisa mengambil buku sendiri. Buku kesukaannya adalah ensiklopedi binatang. Ia akan mengambil buku itu lalu bilang ajah…ajah alias gajah. Lalu, membolak-baliknya sambil menyebut nama binatang yang mulai dikenalinya.

Salut lagi, ia suka mengambilkan saya buku “Handbook for newmom”, mungkin di alam bawah sadarnya, ia sering melihat saya baca buku tersebut. Saat menyusui saya lebih sering mengoptimalkan waktu dengan membaca daripada bermain smartphone yang radiasinya tidak baik buat perkembangan bayi atau daripada bengong melamun tak karuan. Jadi, mau pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga sebenarnya tak ada alasan tak ada waktu untuk membaca. Pandai-pandai mencuri waktu, kuncinya.

So, masih malas baca buku? Membaca itu seksi lhoh!

Melalui tulisan ini, saya juga mau mengucapkan,
Happy birthday yang kelima Stiletto Book…
Selalu konsisten dan semangat dengan motto kamu ya, be a smart and sexy with Stiletto Book 🙂

 

*Sumber foto-foto: koleksi pribadi

2 pemikiran pada “Menjadi Seksi dengan Buku

    • Yup bener, pantengin aja timeline medsos’nya banyak event2 menarik dari Stiletto Book. Sudah jd followernya kan? Amiiin… makasih ya 🙂

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.