Cantik Itu…

You are beautiful, beautiful, beautiful,
Kamu cantik, cantik dari hatimu…
(Beautiful – Cherry Belle)

 

Penggalan lirik lagu dari Cherry Belle tersebut merupakan salah satu definisi cantik versi saya. Ketika saya pertama hamil dan mengetahui perkiraan calon bayi saya berjenis kelamin perempuan, saya kerap mengelus perut sambil menyanyikan dua baris lagu itu. Begitu juga saat ia telah terlahir dan kini berjalan menuju usia tiga tahun. Sambil menggendongnya, itulah lagu untuk menimangnya. Lagu yang juga saya nyanyikan untuk mengingatkan diri saya sendiri.

Kata suami, wanita cantik itu banyak tapi yang baik dan smart itu tak banyak. Setiap, manusia terlahir ada kebaikan yang mengikuti mengiringi. Namun, kadar kebaikan setiap orang khususnya perempuan itu berbeda. Seorang perempuan yang juga berkodrat menjadi seorang ibu tentu harus memiliki kadar kebaikan di atas rata-rata. Sebab, ia harus menjadi teladan pertama buat anak-anaknya.

Perempuan cantik itu aura-nya terpancar dari kebaikan hatinya. Dari ia tersenyum ramah kepada siapa saja, bersikap sabar di antrean, perempuan yang tidak langsung meledak-ledak perkataan maupun emosinya mendapati si kecil “nakal”. Nah, itulah definisi cantik yang paling dasar yang harus dimiliki seorang perempuan, bukan polesan riasan mahal tapi cantik itu pancaran kebaikan hati.

freshstart.com

Cantik itu Smart

Semangat Kartini pejuang emansipasi perempuan Indonesia harusnya tak hanya saat peringatannya saja setiap tanggal 21 April. Akan tetapi, motivasi, gagasan, dan cita-citanya untuk perempuan di Indonesia harus ada setiap saat. Lewat pendidikan yang diperjuangkannya untuk kaum hawa di zamannya lahirlah sekarang perempuan-perempuan cerdas yang tak diragukan lagi pemikiran dan sumbangsihnya untuk negeri ini. Perempuan bukan sekedar “teman belakang” bagi para suami.

Jangan percaya mitos, untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi toh ujung-ujungnya jadi ibu rumah tangga juga?  Eitsss… jangan salah ya, pertama, meski dia ibu rumah tangga, tapi ialah madrasah pertama buat anak-anaknya. Ia yang mendidik dan mengajari anak pertama kali sebelum ke lembaga formal seperti sekolah. Ibu akan meletakkan pondasi norma, kepribadian, dan karakter pada anak. Kedua, di era teknologi menyasar segala lini kehidupan seperti ini ibu rumah tangga pun bisa membantu suami dari rumah. Seorang perempuan yang hobi menulis lalu menjadi blogger, menjadi penulis opini, atau freelance. Sembari mengurus anak seorang ibu di sela istirahatnya juga bisa berjualan online. Perekonomian berjalan bukan. Jadi, jangan remehkan posisi ibu rumah tangga.

Memutuskan menjadi ibu rumah tangga di era perempuan bisa bersaing dengan pria di bidang pekerjaan juga tak gampang loh. Picingan teman, tetangga bahkan keluarga. Tapi, menjadi ibu rumah tangga yang smart itu tak gampang. Background pendidikan sangat penting dimiliki. Ia akan menjadi pertimbangan suami untuk membuat keputusan-keputusan dalam rumah tangga, atau sekedar agar “nyambung” saat ngobrol dengan suami, yang kecil lagi, bagaimana kalau anak minta diajarin membuat PR? Belum lagi masalah keuangan keluarga yang biasanya dipegang oleh istri. Istri tak hanya harus menuruti emosi tapi juga memakai logika yang tentunya salah satunya di dapat melalui pendidikan. Hmmm…

Cantik itu Berkarya

Siapakah sosok perempuan idaman itu? Kalau saya tentu saja Ibunda umat Muslim, Khadijah. Beliau sebelum menjadi istri dari Rasululloh merupakan saudagar kaya kalau sekarang istilahnya entreprenuer. Setelah menikah, beliau mendukung perjuangan Nabi sepenuh hati bahkan meyakini wahyu pertama Nabi Muhammad SAW. Saat semua orang hampir tidak mempercayai wahyu di awal kenabian, beliau tetap ada disamping Rasul untuk menyemangati.

Setelah meninggal Khadijah, istri kesayangan Nabi, Aisyah adalah sosok yang smart. Beliau kerap menjadi salahsatu tempat pertimbangan Nabi saat akan mengambil keputusan misalnya berperang dan dalam pemerintahan. Aisyah putri Abu Bakar juga menjadi salahsatu perawi hadits karena daya ingatnya yang luar biasa terhadap perkataan maupun perilaku Rasulullah akhir zaman tersebut.

Itulah perempuan yang sumbangsihnya sangat luar biasa bagi dunia Muslim. Sehingga tak ada alasan bagi kita kaum hawa untuk bermalas-malasan maupun berhenti belajar ketika sudah menikah. Kita tetap bisa berkarya dengan apapun itu sesuai ketrampilan kita yang bisa berupa bakat alam maupun dipelajari. Mencetak generasi bangsa yang tangguh berkepribadian dan berakhlak mulia merupakan tanggung jawab besar utamanya perempuan sebagai seorang ibu.

 

#ODOP #BloggerMuslimahIndonesia

4 pemikiran pada “Cantik Itu…

  1. Apalah artinya kecantikan wajah kalau hatinya tidak baik, tutur katanya tidak sopan, dan malas berkarya. Cantik itu harus luar dalam ya 🙂 Siapa sih yang enggak ingin berparas cantik. Tapi tetap harus diimbangi dengan kepintaran dan kebaikan hati.

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.