Masih Naik Gunung Lewat Jalur Ilegal, Pertimbangkan Tiga Hal Ini!

Gunung Dempo traverse.id

Gunung Dempo (traverse.id)

Kamis, 31 Oktober 2019 Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan upaya pencarian dua pendaki yang dinyatakan hilang di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Aksi penyelamatan hanya akan dilakukan kembali jika terdapat petunjuk akurat. Usai diusut ternyata kedua pendaki tersebut tidak melakukan registrasi.

Mendaki gunung merupakan candu. Meskipun aktivitas ini cenderung menantang biasanya sekali bisa menggapai puncak akan ketagihan. Di era media sosial, puncak gunung merupakan tempat yang instagramable baik untuk memperbarui  feed maupun instastory selama liburan.

Sebelum mendaki gunung sebaiknya dilakukan perencanaan matang. Karena pada dasarnya tujuan mendaki gunung bukanlah mencapai puncak tapi selamat kembali sampai di rumah.

Setidaknya persiapan yang dilakukan sebelum mendaki adalah fisik. Kemudian pengenalan medan. Pendaki pemula atau first time harus didampingi orang yang sudah berpengalaman. Lantas yang tidak boleh diremehkan adalah urusan duit. Walaupun pendaki gunung kerap identik dengan backpacker tapi bukan berarti tidak merencanakan keuangan secara matang. Tiket masuk harus masuk menjadi prioritas anggaran. Jangan sampai demi menghemat ongkos, jalur ilegal disikat.

Sebelum memutuskan mendaki melalui jalur tidak resmi yang bisa dicapai melalui perkampungan atau areal ladang penduduk, sebaiknya pertimbangkan tiga hal ini:

Tersesat dan Hilang

Minimnya pengetahuan tentang medan atau akibat cuaca buruk yang tiba-tiba datang dapat menyesatkan pendaki bahkan hilang. Jika nama kita terdaftar di pos pemeriksaan maka petugas bisa memantau keberadaan kita apakah masih diatas atau sudah turun? Lantas petugas dapat segera melakukan aksi tanggap darurat. Berkaca dari kasus di awal tulisan, kedua pendaki sudah dinyatakan hilang selama satu pekan sebelum dilakukan pencarian. Petugas tidak mengetahui jika ada pendaki hilang kalau tidak menerima laporan dari keluarga.

Kecelakaan

Mendaki gunung termasuk kegiatan pariwisata beresiko tinggi. Kecelakaan yang biasa terjadi selama pendakian misalnya tertimpa batu, hipotermia, bencana alam, terjatuh, hingga tersambar petir. Bagaimana jika akibat kecelakaan ini menyebabkan kita mendapatkan perawatan bahkan mengalami cacat? Pengunjung yang membeli tiket masuk berarti turut membayar premi asuransi sehingga akan mendapatkan biaya perawatan di rumah sakit.

Meninggal dunia

Tidak hanya kecelakaan ringan yang bisa menimpa pengunjung. Kesalahan kecil kadang bisa berakibat fatal dan berujung maut. Dikutip dari instagram Pendaki Lawas, hingga rentang Juli 2019 terdapat 15 pendaki yang hilang/meninggal. Pengunjung yang membayar asuransi akan mendapatkan santunan apabila meninggal dunia dan bantuan pemulangan jenazah ke daerah asal.

Karena itu, sebaiknya sebelum dan sesudah naik gunung, melapor di pos dan membayar harga tiket masuk.

Masih yakin naik gunung tanpa tiket masuk?

 

2 pemikiran pada “Masih Naik Gunung Lewat Jalur Ilegal, Pertimbangkan Tiga Hal Ini!

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.