Melawan Corona dengan Konten

Beberapa hari lalu saya mengikuti blogshop di Kompasiana. Nah, sebelum masuk ke materi Optimasi Konten, pemateri menyinggung terkait pandemi Corona juga yang tengah mewabah di Indonesia. Bagi saya, kalimatnya “Melawan Corona dengan Konten” menarik. Hmmm… Katanya, salahsatu tujuannya adalah meng-cover berita hoak di masyarakat atau konten-konten yang cenderung negatif.

Menyambung ide tersebut, saya jadi teringat tugas kakak beberapa hari terakhir yang diminta oleh gurunya untuk membuat kampanye tentang Covid 19. Kemudian setelah selesai, tidak hanya dikumpulkan ke pengajar seperti tugas biasanya tapi campaign tersebut harus diunggah ke media sosial.

Sekedar informasi kakak masih TK kecil dan pengajar menyerahkan bentuk kampanyenya kepada orang tua sekaligus untuk mendampingi, jadi ya yang puyeng… saya selaku ibunya (sebenarnya kenapa harus puyeng ya atau karena harus menggunakan medsos saya hehe…).

Ohya balik lagi, jadi, postingan saya kali ini sebenarnya hanya kompilasi tugas belajar di rumah kakak dan hasil jumpalitan saya 😀

Kampanye #dirumahsaja

Untuk tugas pertama ini, kakak menggambar rumah dan virus Corona sesuai imajinasinya lalu diwarnai. Kemudian, saya foto  dan unggah di Instagram.

Kampanye Jaga Jarak

Pada tugas kedua, metode campaign-nya masih sama dengan poster. Kakak menggambar kemudian mewarnai. Saya pun masih menggunakan instagram. Bedanya, saya tidak posting di feed tapi menggunakan fitur boomerang di insta story.

Screenshot_2020-04-11-07-55-55

Kampanye Tidak Jabat Tangan

Metode kampanye di tugas ketiga, saya ubah. Alasannya, saya kasihan dengan kakak jika harus menggambar yang kesulitannya agak tinggi. Jadi setelah memutar otak, saya memutuskan menggunakan metode video. Awalnya mau bikin vlog tapi setelah dicoba kok rasanya pesannya ga masuk (sok-sokan ada yang nonton). Akhirnya ide muncul setelah ada teman kakak yang nyamper ke rumah. Saya jadikan saja, dia dan kakak menjadi model untuk tidak berjabat tangan dahulu sebelum Corona berakhir.

Behind the scene membuat video berdurasi tujuh menit ini adalah lebih lama mengambil video karena harus diulang beberapa kali dan mengeditnya karena ada gangguan si adik huffttt… tapi akhirnya selesai juga tugas kampanyenya.

Kampanye Pakai Masker

Di sini, saya juga tidak meminta kakak menggambar lagi. Sebagai ibu, saya kasihan kalau harus terus menyuruhnya menggambar agak “berat”. Bosan juga jika hanya selesai poster lalu di foto dan upload. Setelah membaca pesan pokok dari guru, yaitu memakai masker jika sakit atau berada di tempat umum, saya akhirnya memutuskan kembali memakai instagram. Tugas kakak ringan, hanya saya pakaikan masker lalu bergaya di pintu pagar. Jepret, saya unggah ke insta story.

IMG_20200414_105749_195

Mungkin begitu dulu, postingan saya kali ini. Maaf jika ada yang kena zonk dengan judul.

Saya rasa upaya sekolah-sekolah dengan memberi tugas ke pelajar membuat kampanye merupakan bentuk menangkal Corona dengan konten dan edukasi. Setidaknya mengingatkan orang tua murid yang terlibat itu sendiri, ya kan?

Postingan ini akan kembali saya update jika ada tugas kampanye lagi. Ohya, kenapa saya cenderung pakai Instagram karena dari semua medsos yang saya punya, saya paling aktif di IG. Selain itu, dari IG, saya bisa langsung bagikan ke Facebook secara langsung.

Semoga tidak menyesal singgah di sini ya^^

2 pemikiran pada “Melawan Corona dengan Konten

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.