5 Hal yang Aku Syukuri Saat Puasa di Tengah Pandemi

Hi Buddies,

19-matahari

Apa kabar? Bagaimana puasanya hari ini lancar? Meskipun sedang berada di tengah pandemi Corona kita harus tetap semangat, ya!

Di dalam menghadapi kesulitan, saya selalu yakin dengan firman Allah dalam surat AL Insyirah ayat 5, “Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”, kemudian ditekankan lagi pada ayat berikutnya, “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. Sehingga tidak ada alasan bagi kita selaku hamba-Nya untuk berputus asa.

Saya jadi ingat firman Allah dalam surat Al Baqarah ayat 216, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu…” Jika dikaitkan dengan pandemi ini, bisa jadi kita tidak suka terjebak dalam kondisi ini tapi padahal pandemi ini menyimpan banyak kebaikan bagi kita.

Jika kita memandang pandemi ini dengan pikiran positif, nisacaya dibalik wabah yang sudah tertulis dalam Lauhl Mahfudz ini banyak hikmah yang patut disyukuri. bagi saya sendiri banyak hal disyukuri, di antaranya:

Bisa berkumpul dengan keluarga

Awalnya saya ragu tahun ini bakal melewatkan sebulan penuh dengan suami dan anak-anak karena biasanya kami LDM. Namun, anjuran pemerintah untuk diam di rumah membuat kami bisa bersama melewatkan Ramadhan yang spesial ini.

Menjadi guru bagi Kakak

Sebagai ibu memang sudah menjadi guru pertama bagi kehidupan anak. Namun, tak pernah terlintas akan menjadi guru dalam arti sebenarnya, pengajat. Setiap hari semenjak dilakukan sekolah daring, saya mendampingi kakak dalam tugas belajarnya. Tanpa kejadian ini, saya tidak akan tahu bagaiman kemampuan akademik anak saya secara mendalam. Karena, biasanya saya hanya mengevaluasi usai dia pulang sekolah. Dengan peristiwa ini saya jadi tahu kekurangan dan kelebihan anak di bidang akademik. Bagaimana kemampuan hafalannya, bagaimana ia menangkap pelajaran, bagaimana numeriknya, dan lain-lain.

Mengeksplorasi menu Ramadhan

Tahun-tahun sebelumnya, saya jarang bisa berbuka sebulan penuh bersama suami. Saat ini kami bisa berbuka bareng setiap hari. Itu artinya jika biasanya saya kurang peduli dengan menu berbuka, kali ini saya mencoba variasi-variasi menu agar tidak bosan. Akhirnya, mau tak mau saya mencoba resep makanan baru yang bisa meningkatkan kemampuan amatir saya di bidang memasak.

Menguatkan bonding antar keluarga

Bonding tidak melulu antara ibu dan anak, tapi juga anak dan ayah, dan hubungan antar keluarga. Pandemi Covid-19 ini membuat waktu berkumpul kami lebih banyak. Biasanya saya dan anak-anak belum tentu sebulan sekali bertemu. Diam di rumah bersama membuat kami menjadi semakin dekat satu sama lain.

Melewati Ramadhan itu sendiri

Hal yang selalu disyukuri setiap bulan mulia ini tiba adalah masih diberi kesempatan berada di dalamnya. Kita bisa berbuat yang terbaik untuk menambal 11 bulan yang telah berlalu. Bulan dimana segala amal kebaikan dilipatgandakan. Diberi kesempatan melalui Ramadhan di masa pandemi semakin memberi banyak hikmah dan akan menjadi cerita suatu saat nanti.

Saya jadi ingat penggalan lirik lagu “Alhamdulillah” yang dinyanyikan Opick feat Amanda.

Bersujud kepada Allah.
Bersyukur sepanjang waktu…

Jadi sudah bersyukur belum hari ini?

Alhamdulillah…

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.