[Review Buku] 33 Senja di Halmahera

Halo Book Buddies,

Beberapa waktu lalu, aku jalan-jalan ke Toga Mas Buah Batu. Sudah lama ga cuci mata dengan buku-buku baru. Kebetulan sekali gramedia buka stand cuci gudang diskon di emperan Toga Mas. Mampirlah aku dan menemukan buku 33 Senja di Halmahera. Jujur sih tertarik dengan buku ini karena embel-embel Halmahera-nya. Halmahera yang menurutku salahsatu kepulauan eksotis di Timur Indonesia.

33 SENJA DI HALMAHERA

Oleh Andaru Intan

ISBN: 978-602-03-4264-1

192 hlm.; 20 cm

SINOPSIS

Nathan seorang tentara yang akibat perkelahian dengan anak orang terpandang dipindahtugaskan ke Sofifi. Di sini, di pesisir Gane, Halmahera Selatan, ia berjumpa dengan Puan. Tak seperti gadis lainnya yang menyukai pantai, puan tidak suka bahkan memandang gulungan ombak ke tepian pantai.

Selain “dingin” dengan pantai, Puan juga merupakan sosok yang menjaga jarak dengan lawan jenisnya. Nathan yang memperhatikan gadis itu sejak kedatangannya di pulau ini semakin penasaran dan mencoba mendekati Puan.

Berkat Puan, Nathan tidak merasa kesepian di pulau terpencil yang langka sinyal tersenyum. Begitu pula sebaliknya, berkat Nathan, senyum Puan tak lagi mahal. Mereka pun kemudian berbagi pengalaman bersama di pulau tersebut, dari berburu ulat di pohon sagu, mengunjungi pantai yang indah, menari di acara perkawinan.

Seiring waktu berlalu trauma Puan akan laut pun hilang dan terungkap penyebabnya akibat perang saudara antar agama di masa lalu. Persahabatan mereka pun menjadi benih-benih cinta. Akan tetapi, sebelum benih itu bertunas dan merekah, perbedaan agama membuat jarak di antara mereka.

TENTANG BUKU INI

Buku ini buat aku sendiri termasuk bacaan yang ibaratnya bisa dihasbiskan sekali duduk. Ceritanya mengalir ringan tak perlu banyak membuat berpikir. Konflik antara Nathan dan Puan, konflik internal Puan sendiri, rasanya kurang begitu dalam. Semuanya berjalan mulus.

Walaupun kisahnya terkesan biasa, namun seperti yang aku katakana di awal, yang membuatku tertarik tentang buku ini ya, Halmahera. Andaru Intan berdasarkan pengalamannya memberikan pengalaman terhadap pembaca akan geografi dan kebiasaan setempat. Beberapa dialog tokoh pun menggunakan bahasa Maluku Utara yang menambah wawasan.

Melalui novel ini, aku sedikit banyak jadi tahu mengenai makanan khas di Halmahera, masyarakat di sana juga memakan papeda seperti orang Papua, ikan mas kiring rampah, gohu, dan berbagai jenis ikan lainnya yang namanya belum pernah aku dengar, kepiting kenari, bia laut hingga memakan sabeta atau ulat sagu yang juga ada di Papua.

Di ujung timur kepulauan Halmahera terdapat Kepulauan WIdi yang indah tapi susah dijangkau. Ada pulau Dodawe Gane dengan pemandangan bawah laut yang luar biasa. Penulis pun memberi kesempatan beberapa tokohnya bercengkerama dengan penduduk setempat, menggambarkan kondisinya, dan kebiasaan secara singkat.

Puan sebagai tokoh utama pun memiliki cita-cita untuk bisa berpartisipasi dalam Program Indonesia Mengajar di Kalimantan. Sebenarnya menurutku ini agak janggal, walaupun Puan memiliki gelar sarjana saat kuliah di Ternate. Namun, bukankah Program IM ini menyasar pelosok-pelosok seperti kampung halaman Puan sendiri. Kenapa Puan –meskipun diceritakan juga mengajar di kampungnya—tidak lebih tergerak untuk membangun pendidikan anak-anak di kampungnya sendiri terlebih dahulu. Tapi memang sah-sah saja ide penulis saja, cuma kesannya IM merupakan impian si penulis sendiri yang dimasukkan ke tokoh Puan.

Karakter tokohnya sendiri menurutku kurang kuat. Nathan dan Puan dikatakan sama-sama sosok religius namun dalam deskripsinya terasa kurang. Untuk Puan sendiri rasanya terlalu cepat dekat dengan Puan dan menghilangkan traumanya. Jika hingga lulus sarjana ia takut dengan laut, harusnya ada upaya atau apa kek sehingga upaya Nathan dan Puan untuk mengatasi trauma terbayar lunas. Namanya trauma kan biasanya memang cukup sulit disembuhkan bukan berarti tak bisa hilang.

Di akhir kisah, menurutku penulis terkesan berhati-hati dalam pemilihan ending hubungan antara Nathan dan Puan. Meski kurang greget, secara keseluruhan, aku menikmati buku ini, karena diajak jalan-jalan oleh Andaru secara gratis.

Semoga bermanfaat ya^^

Bandung #016

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.