Berkenalan dengan Rajutan

Halo Buddies,

Kali ini aku akan bercerita mengenai hobi aku merajut. Aku sendiri pertama tahu tentang rajutan saat kelas dua SMA. Namun, aku baru bisa merajut saat semester akhir kuliah hoho… Selama jangka itu, niat ada, tapi mentor yang tidak ada. Beli bukunya pun rasanya tiada guna. Hingga akhirnya, teman kuliahku mengajakku mendatangi tempat workshop merajut… Senangnya…

Saat baru belajar merajut, aku bengong. Kok, beda dengan alat dan buku yang sudah aku miliki ya. Barulah, kemudian aku tahu ada dua teknik merajut yang familiar di Indonesia, yaitu crochet dan knitting. Letak perbedaan mendasarnya pada jarum yang digunakan dan hasil rajutannya. Di tempat kursus aku belajar dengan knitting.

Knitting

Knitting merupakan teknik merajut menggunakan dua jarum atau lebih yang disebut breien. Jarum yang dipakai bisa terbuat dari bambu halus (bukan tusuk sate ya hehe…), plastik, hingga alumunium. Benang yang dipakai pun bermacam-macam. Dari katun, wool, polyester, rayon, hingga bulky.

Sepatu bayi rajut dengan teknik knitting (Koleksi pribadi)

Hasil teknik merajut ini pun banyak variannya terutama yang wearable seperti sweater, syal, sepatu, topi, dan lain-lain. Sampai lulus kuliah dan bekerja, teknik ini adalah satu-satunya yang aku pakai. Sampai, akhirnya sekitar empat tahun kemudian aku berkenalan dengan crochet.

Crochet

Crochet merupakan teknik merajut menggunakan satu jarum yang disebut hakpen. Inilah teknik yang paling sering dan biasanya dilakukan orang-orang di Indonesia. Bahan jarumnya pun sama bisa terbuat dari bambu halus, plastik hingga aluminium. Bedanya jika jarum knitting mirip tusuk sate, jarum hakpen lebih pendek dan di ujungnya terdapat pengait (bisa salah satu atau dua-duanya). Umumnya untuk bahan yang harga jarum hakpen jauh lebih murah daripada jarum rajut knit. Sebagai gambaran sepasang jarum rajut knit ukuran 4.0mm harganya 14 ribu rupiah, jarum hakpen cukup sekitar tiga ribu rupiah.

Coffee Mug hasil crochet (Koleksi pribadi)

Untuk benang yang digunakan sama. Hanya saja untuk crochet kurang maksimal jika untuk benang ukuran besar seperti bulky. Sebab, ukuran pengaitnya yang terbatas. Nah, di sinilah perbedaannya knitting sangat nyaman ketika menggunakan benang ukuran besar sementara crochet untuk benang ukuran kecil. Untuk hasil rajutan yang diciptakan kurang lebih sama, hanya untuk aplikasi rajutan seperti aksesoris maupun replika-replika unggul di crochet.

Untuk perbedaan jarum rajut bisa dilihat di sini ya.

Bagi aku merajut dengan teknik knitting seperti mengendarai motor bergigi sedangkan merajut dengan crochet ibarat belajar naik motor matic. Teknik knitting buatku lebih susah dan menantang. Bukan berarti juga crochet gampang. Karena nyatanya saat belajar crochet aku jadi kagok dan hasil rajutan malah tidak rapi. Pilih mana? Aku pakai dua-duanya.

Manfaat Ketrampilan Merajut

Dulu sekali, aku pernah membaca sebuah artikel yang intinya seorang perempuan itu harus memiliki setidaknya satu ketrampilan, bisa memasak, menjahit, termasuk menulis. Ketrampilan tersebut akan menjadi nilai tambah bagi seorang perempuan termasuk menolong saat butuh penghasilan tambahan.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, ketrampilan ini sudah banyak membantuku menambah pundi-pundi. Sembari tetap di rumah, tapi tetap berkarya, dan menghasilkan. Belum lama ini berkat usaha rajutan, aku menjadi Juara III, dalam kompetisi writing yang diselenggarakan JNE x Kompasiana, “Sembilan Tahun JNE Membersamai Impianku”. Kalau penasaran perjalanan merajutku ada di tulisan tersebut hehe…

Merajut bukanlah lagi hobi yang identik dengan nenek-nenek atau sekedar mengisi waktu luang, ia juga bisa menjadi ladang penghasilan. Membuka salah satu pintu rezeki.

Ngomong-ngomong, kalau teman-teman ingin belajar merajut bisa colekin aku yah atau kunjungi instagram Uhuru Hobbies.

Apa Kalian berminat merajut juga?

18 pemikiran pada “Berkenalan dengan Rajutan

  1. Dari dulu nih saya pingin belajar merajut belum kesampaian…. pingin banget bisa dua duanya both of knitting and crochet, biar bisa bikin rajutan yang personal dan unik ga disamainn org lain hehehehe…. mba keren banget ih bisa ngerajut dan juga bisa menuliskannya… thanks for sharing this post ya mba

  2. baru tauu aku ada knitting sama crocheett 😂 tapi betul sih, skill merajut kalo diseriusi bisa menguntungkan banget ke depannya dari segi value diri sama bisnis juga!

  3. Saya juga pernah punya jarum rajut, Mbak. Jarum hakpen. Dan sampai sekarang saya gak pernah bisa merajut. Karena waktu itu beli, pakai bentar, lalu tinggalkan. Karena susaaaah banget dah, mana belajar sendiri lagi.

  4. Wow wow selamat yaa menang juara tiga kompetisi menulis JNE yang bergengsi, bahagia rasanya ya dari hobi bisa jadi sumber penghasilan… semoga makin semangat berkarya ya..

  5. orang-orang yang bisa merajut itu keren, beneran
    soalnya aku enggak bisa, mbak. bahkan meski udah diajari sama temen, tetep gak jadi juga
    entah memang enggak bakat, entah aku yang kurang keras usahanya buat latihan (malah curhat)

    • Kurang motivasi aja mungkin, mbak. Kalau aku dlu pertama ngerajut krn pingin bikinin org yg kita sayang… Males2 tetep lanjut…^^

  6. Wah, mbak Rina kereeeen. Pandai merajut dan pas ikutan lomba menulis ada kisah rajutan di dalamnya yeyeye 🙂 Saut deh sama orang yang punya kesabaran tingkat tinggi melakukan hobi yang satu ini 😀 Setuju, bukan nenek2 aja yang merajut, semakin banyak generasi muda yang turut mencoba dan merasakan hasilnya ternyata bisa mendatangkan rezeki dari hobi.

Tinggalkan Balasan ke Nurul Sufitri Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.