Peduli Generasi Maju Indonesia Melalui Jajanan Sehat di Sekolah

Aku Anak SGM

Ilustrasi membawa bekal  ke sekolah (Foto: Dokumentasi pribadi)

Setiap hari sekolah, sebagai seorang ibu saya menyiapkan bekal untuk buah hati. Walaupun lebih repot, saya beruntung karena kebetulan pihak sekolah anak saya melarang pedagang jajanan mangkal. Dulu, saya sempat khawatir jika anak saya bakal ikut-ikutan jajan yang “aneh-aneh” misalnya pangan bersaos atau jenis baso-basoan.

Ingatan saya menolak lupa hasil liputan investigasi salahsatu media mengenai pembuatan saos yang berbahaya bagi kesehatan. Pembuatan dan pengemasan saos dilakukan seadanya di rumah sehingga tidak higienis. Bahan bakunya pun berupa tomat, pepaya, bawang, dan cabe yang sudah busuk. Bahan-bahan tersebut kemudian diinjak-injak supaya halus. Parahnya saos ditambah bahan pengawet natrium benzoat yang dapat mengganggu fungsi ginjal.

Jajanan tidak sehat lain yang biasanya saya hindari adalah jenis baso. Baso (bakso) merupakan panganan yang terlalu sering kita dengar mengandung boraks dan formalin. Bahan tambahan tersebut digunakan agar bakso lebih tahan lama. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan terutama fungsi organ dalam.

Belum lagi panganan dengan warna mencolok yang kadang justru malah memikat anak-anak misalnya jenis es atau kerupuk. Padahal warna ini bisa saja menggunakan pewarna rhodamin dan metanil yellow yang biasa digunakan untuk pabrik tekstil.

“Bahan tambahan berbahaya sama sekali tidak boleh tolerir karena bukan untuk pangan.”

Namun, kadangkala karena kesibukan saya tidak sempat membuat bekal memadai. Jika membeli sembarangan takut tidak sehat. Untuk itulah seharusnya setiap sekolah harusnya menyediakan kantin jajanan sehat. Peran jajanan sehat sangat tinggi dalam pemenuhan gizi anak karena berkontribusi memberikan 30% energi anak.

WarungAnakSehat

Warung Anak Sehat di SDN Gondolayu Yogyakarta (Foto: http://www.sarihusada.co.id)

Menjawab persoalan tersebut, kabar gembira datang dari PT Sari Husada Generasi Mahardika dan Danone Ecosystem Fund sejak tahun 2011 berkontribusi sosial melalui program Warung Anak Sehat (WAS). WAS sudah menyasar 446 sekolah dasar yang tersebar di Ambon, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta. WAS bertujuan untuk membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bernutrisi pada anak-anak usia SD.

Jika sekolah memiliki WAS sebagai ibu tidak perlu khawatir karena menu yang disediakan dijamin sehat dan bernutrisi serta mengandung gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Misalnya puding jagung, puding telur, burger tempe, roti kukus, dan bisa disesuaikan dengan makanan khas masing-masing daerah. Selain memenuhi gizi sekaligus mengenalkan anak pada makanan tradisional agar terus diminati. Jajanan sehat berbasis lokal.

Melalui WAS akan membuka peluang wirausaha bagi perempuan sehingga lebih berdaya melalui pengembangan usaha mikro. Dengan mengelola kantin di sekolah, Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) akan mendapatkan penghasilan tambahan. Tidak hanya ibu kantin, para orang tua juga bisa titip jual makanan di WAS. IWAS juga akan menjadi duta perbaikan gizi anak Indonesia.

IWAS

Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) SD Sukasari Bogor menerima kunjungan dari DANONE Vlogger Academy (Foto: FB Warung Anak Sehat)

Sebagai contoh, Ibu WAS Nur Komalasari dari SDN Dewi Sartika 3 Bogor kerap diundang di berbagai kegiatan sebagai perwakilan Program WAS di Bogor. Di antaranya menjadi narasumber workshop yang diadakan oleh Diknas Pendidikan Bogor dengan menjelaskan pentingnya kolaborasi Program WAS dengan sekolah.

IWAS tidak akan dibiarkan berjalan sendiri tapi dibekali dengan pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kemampuan bisnis yang meliputi bagaimana caranya mencatat penjualan serta keuntungan dan mendapatkan saran rekomendasi pengembangan usaha.

Bagi guru, orang tua dan para murid, WAS akan menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya hidup sehat melalui pengenalan jajanan sehat. Jajanan yang aman dan layak dikonsumsi memiliki nilai gizi bagi anak bukan jajan yang murah tapi membahayakan pertumbuhan anak dan mengakibatkan malnutrisi pada anak-anak usia 5-12 tahun.

Melalui akses jajanan bersih dan sehat serta edukasi dari Program WAS diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memperbaiki gizi anak sekolah dan mampu menciptakan generasi maju Indonesia. Seperti dikutip dari Mix Award, Project Manager WAS Sarihusada Talitha Andini Prawesmari mengatakan, bila anak memiliki status gizi yang baik, maka anak dapat mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional secara optimal.

 

Referensi bacaan:

FB Warung Anak Sehat

http://bit.ly/MixAwardWAS

http://liputan6.com/

http://sarihusada.co.id/

 

*Artikel ini terpilih menjadi salah satu pemenang Kompetisi Blog Warung Anak Sehat SGM Eksplor

Screenshot_2019-11-12-21-50-32

2 pemikiran pada “Peduli Generasi Maju Indonesia Melalui Jajanan Sehat di Sekolah

Tinggalkan Balasan ke mysukmana Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.