Membumi di Masa Pandemi

Hi Buddies,

Menyambung postingan Tips Betah #DiRumahAja Selama Corona, kegiatan paling seru bersama keluarga adalah berkebun. Saat berkebun kita bisa bermain, belajar, sekaligus menjadi sahabat bagi bumi.

Sejak kecil saya suka sekali menanam bunga. Sewaktu di perantauan saya suka mengokupasi halaman mess kantor. Sampai saat ini sudah menikah saya masih suka aktivitas ini. Walaupun lahan saya sempit dan harus mencuri-curi ruang di bawah tempat jemuran.

Saya berusaha selalu melibatkan duo krucil dengan aktivitas ini. Ibarat doktrin mereka sudah saya “cuci otak” untuk mencintai tanaman sebagaimana saya mencintai atau bahkan lebih dari saya.

Jpeg

Kakak menghirup wangi bunga (Foto: Dokumentasi pribadi)

Selama #DiRumahSaja untuk membantu memutus penyebaran Corona, saya dan keluarga jadi memiliki waktu lebih banyak untuk berkebun. Suami membantu saya menyiapkan tanah, memindahkan pot-pot berat, duo krucil ya dengan polah masing-masing. Berkebun bagi mereka artinya main tanah.

https://www.instagram.com/p/B_NG5D9gew-/

Pernah mendengar pepatah children see children do? Hal ini berlaku juga dalam hobi ini. Karena si kecil akan melakukan apa yang dilihatnya. Secara tidak langsung, kita juga telah memupuk kecintaan si kecil terhadap bumi melalui alam bawah sadarnya saat dia menyaksikan perilaku hijau kita sehari-hari.

IMG_20200420_164651~2

Menanam bunga a la Abang (Foto: Dokumentasi pribadi)

Hari berikutnya, si kecil memberi kejutan pada saya. Saya dibuat takjub. Truknya disulap menjadi pot bunga. Ternyata ia mengambil daun-daun bekas potongan dan ditancapkan ke bak truk yang telah diisi tanah pakai sekop kecilnya. Walaupun jelas tak akan tumbuh tapi saya bahagia. #AksiIklim kecil saya ditirunya. Sorenya, ia bertanya, “Ibuk, bunga Abang sudah tumbuh belum?” *dhuarrr…

Menanam tanaman merupakan salahsatu cara bersahabat dengan bumi. Lewat satu pot pun berperan menyuplai oksigen bagi kemurnian planet yang kita huni. Secara kasar, satu orang membutuhkan dua pot untuk kebutuhan bernapasnya. Keluarga saya terdiri dari empat orang itu berarti seenggaknya harus ada delapan pot tanaman di rumah saya.

Dengan tindakan kecil dimulai dari rumah setidaknya kita telah membantu memperpanjang umur atmosfer bumi. Meminimalkan laju #climatecrisis dengan menyediakan kebutuhan oksigen seenggaknya bagi kebutuhan sendiri.

IMG_20200422_110254~2

Menanam dengan kaleng bekas (Foto: Dokumentasi pribadi)

Menanam sendiri tidak harus dengan pot baru. Dengan prinsip reduce, recycle, reuse (3r) kita bisa memanfaatkan kaleng bekas. Apalagi selama Ramadan dan Lebaran biasanya konsumsi biskuit/aneka jenis kue kering yang disimpan dalam kaleng meningkat. Daripada nyampah mending dimanfaatkan kan?

Siapa bilang saat stay at home kita tidak bisa seru-seruan dan melakukan produktivitas yang bermanfaat bagi bumi. Yuk, jadikan momen terbaik bagi bumi di masa pandemi ini untuk berperilaku membumi.

Btw, hayuk menanam setidaknya dua pot per satu orang di rumah, jangan kalah sama Abang ya ^^

Satu pemikiran pada “Membumi di Masa Pandemi

Silakan meninggalkan jejak. Insya Alloh saya kunjungi balik^^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.